Sabtu, 24 September 2016

Anatomi Kulit

AnindhaShop.com

  • 01.02.00

    Anatomi Kulit manusia terdiri dari beberapa lapisan dengan fungsinya masing-masing. Nah yuk kita kenali dan ketahui apa saja sih lapisan anatomi kulit dan bagaimana cara mengatasi permasalahannya.
    Kulit merupakan salah satu organ terbesar pada tubuh manusia yang meliputi hampir seluruh permukaan tubuh. Kulit memiliki berbagai manfaat, misalnya melindungi otot, tulang dan organ internal, serta melindungi tubuh dari kuman-kuman, kehilangan cairan berlebihan, dan menjaga suhu tubuh tetap stabil.

    Meski jarang disadari, kulit merupakan organ dinamis yang terus menerus mengalami perubahan selama seseorang hidup. Lapisan yang ada pada bagian dalam akan menggantikan lapisan luar yang luruh tanpa disadari. Ketebalan kulit masing-masing orang berbeda karena tergantung jenis kelamin, usia, dan juga faktor-faktor lain.  Kulit pria lebih tebal dibanding wanita. Kulit anak-anak lebih tipis dibanding orang dewasa.

    Berikut ini tiga lapisan kulit pada tubuh manusia, dimulai dengan lapisan terluarnya:
    Anatomi Kulit

    Epidermis
    Lapisan epidermis tidak memiliki pembuluh darah. Pasokan nutrisi dan pembuangan diperoleh dari lapisan yang lebih dalam, yaitu dermis. Pasokan ini diperoleh melalui saluran khusus yang membatasi epidermis dan dermis. Epidermis sendiri terdiri dari beberapa lapisan yaitu keratinosit,  melanosit, sel langerhans, dan sel merkel.

    Ketebalan lapis keratinosit berkisar sekitar 15-100 sel tergantung lokasi kulit dan berfungsi sebagai lapisan pelindung utama dari lingkungan luar. Sementara itu, melanosit memiliki fungsi memproduksi pigmen dan melanin yang akan menyerap energi dari sinar matahari dan melindungi kulit dari radiasi sinar UV. Sel langerhans diproduksi oleh sumsum tulang yang berfungsi sebagai pelindung dari zat asing. Kemudian sel ini diproses menjadi lebih kecil, sebelum menggulirkannya ke sistem imunitas pada limfosit. Lalu, ada sel Merkel yang berfungsi membuat kulit sensitif terhadap sentuhan.

    Dermis
    Dermis, sebagai bagian dari anatomi kulit, memiliki fungsi utama mendukung epidermis dengan struktur yang lebih kompleks. Struktur itu antara lain terdiri dari pembuluh darah kapiler, serat elastis, serat retikular, dan serat kolagen. Selain itu, dermis juga mengandung pembuluh darah yang lebih besar bersama dengan ujung saraf, sistem limfatik, fibroblas, mastosit, dan lainnya.
    Dermis berperan penting terhadap kelenturan kulit dan mempertahankan kondisi kulit tetap prima.

    Hypodermis
    Hypodermis berada di bawah lapisan dermis dan berfungsi melekatkan kulit  dengan otot atau tulang dan menyuplai pembuluh darah dan saraf. Hipodermis sendiri sebenarnya bukan lagi bagian dari lapisan kulit. Pada lapisan ini, banyak terdapat lemak yang akan menjadi bantalan dan isolasi panas tubuh.

    Nutrisi Pendukung
    Kulit membutuhkan nutrisi agar tetap berfungsi optimal. Studi yang dilakukan menegaskan, perubahan asupan nutrisi pada seseorang dapat memengaruhi kondisi kulit.

    Jadi, nutrisi apa yang dapat mendukung kulit? Kandungan vitamin A akan membantu proses pembentukan keratin di lapisan terluar kulit, mengurangi produksi sebum atau minyak alami kulit, mengatasi kerusakan kulit akibat paparan sinar UV, dan juga memperbaiki kondisi selulit.

    Sementara itu, vitamin C sebagai antioksidan akan membantu proses sintesis kolagen dan melindungi kulit dari paparan sinar UV. Demikian juga Vitamin E yang membantu kulit menghadapi kerusakan akibat oksidan dan melindungi dari paparan sinar matahari. Lalu, vitamin D akan membantu sistem imunitas dan proses perbaikan kulit lainnya.

    Untuk mengendalikan kerusakan pada kulit yang disebabkan oleh radikal bebas, Anda bisa memasukkan beberapa makanan yang mengandung antioksidan ke dalam menu harian Anda. Banyak jenis buah dan sayuran yang kaya akan antioksidan, contohnya adalah stroberi, bluberi, bayam, segala jenis paprika, atau bila Anda mau yang praktis, Anda dapat langsung mengkonsumsi beberapa produk herbal Tiens seperti Jiang Zhi Tea, Renuves, Vitaline, Chitin Chitosan, Double Cellulose, Grape Extract, ataupun Nonitrend. Asam lemak Omega-3 juga penting untuk menjaga lapisan luar kulit tetap kuat. Kandungan ini bisa Anda dapatkan dari salmon, sarden, dan kacang kenari.

    Menjaga kesehatan tiap lapisan dalam anatomi kulit, dapat dilakukan melalui nutrisi pendukung dan tentunya yang aman (berbahan herbal alami), berkualitas, dan bermanfaat tidak hanya untuk kesehatan kulit Anda, namun untuk kesehatan tubuh secara keseluruhan.

    Artikel lainnya:

    Tag:
    Anatomi kulit, anatomi kulit wajah, lapisan anatomi kulit, kulit kering, kulit normal, kulit berminyak, herbal jerawat, obat jerawat, tiens syariah, herbal alami, antioksidan.